Susu adalah makanan utama yang dimakan oleh seorang bayi saat ia berusia 0-6 bulan. Karena di usia 0-6 bulan, bayi tidak dianjurkan untuk makan selain susu. Susu bayi mengandung banyak sekali nutrisi yang baik untuk tumbuh kembangnya.

Jika sang buah hati tidak diberikan susu ibu secara rutin, maka akan menimbulkan beberapa efek yang akan membuat bayi Anda mengalami masalah. Lalu efek apa saja yang akan ditimbulkan jika Anda tidak memberikan susu secara rutin terhadap bayi Anda? Mari simak dan pahami artikel berikut ini.


1.      Obesitas

Secara umum, bayi yang tidak meminum ASI pastinya akan diberikan susu formula oleh seorang ibu. Tetapi apakah Anda tahu dampak yang akan ditimbulkan jika bayi tidak diberi ASI? Salah satu dampaknya adalah bayi akan terserang obesitas.

Susu formula mengandung lemak yang tinggi sehingga akan membuat sang bayi yang mengomsumsi akan mengalami kelebihan berat badan atau obesitas. Bayi sudah mengalami obesitas akan menghambat tumbuh kembangnya seperti tengkurap dan merangkak.

2.      Resiko Terkena Penyakit

Tidak hanya obesitas yang menjadi efek jika bayi tidak meminum susu ibu secara rutin loh. Resiko mudah terkena penyakit juga menjadi efeknya. Lantas penyakit apa saja yang akan menyerang sang bayi jika tidak di berikan susu ibu?

Asma, gangguan pencernaan, anemia, dan alergi biasanya sering menyerang bayi jika ia tidak rutin diberikan susu oleh seorang ibu. Mengingat pentingnya peran susu bagi sang bayi, sebaiknya Anda jangan sampai teledor saat memberikan susu kepada sang bayi.

3.      Manja dan Tidak Mandiri

Penggunaan dot yang dilakukan saat bayi meminum susu formula secara terus menerus ternyata akan membuat si bayi akan lebih manja dan tidak mandiri. Kok bisa ya? Penggunaan dot saat bayi menangis akan membuat orang tua bayi membelainya. Nah dari situlah bayi akan menjadi manja dan tidak mandiri. Seorang bayi juga akan lebih agresif loh. Jadi sebaiknya jangan berikan susu formula terlalu dini kepada sang bayi.

4.      Menurunkan Kecerdasan Otak

Penurunan kecerdasan otak terhadap sang bayi jika tidak meminum susu ibu dibuktikan oleh penelitian pada tahun 2008. Penelitian ini dilakukan dengan cara tes fungsi intelektual, kemampuan motorik, dan kemampuan verbal sang anak.

5.      Kurang Gizi

Pemberian susu formula yang terlalu sedikit dan encer agar menghemat budget ternyata membahayakan untuk tumbuh kembang sang bayi. Jika pengurangan takaran susu dilakukan secara terus menerus, hal tersebut akan membuat sang bayi kekurangan gizi.

6.      Resiko Kematian

Penelitian yang dilakukan di Amerika Serikat mengungkapkan bahwa banyak bayi yang tidak meminum ASI mengalami demam, menurunnya aliran darah, dan kejang serta meninggal saat usia 20 hari. Hal ini bisa saja tidak terjadi jika takaran susu formula yang diberikan sesuai dengan aturan.

7.      Kerusakan Struktur Gigi

Di dalam susu formula terdapat kandungan sukrosa yang tinggi. Sukrosa adalah kandungan karbohidrat yang memberi rasa manis pada susu. Jika hal ini berlangsung secara terus-menerus akan menumpuk dan aka merusak struktur gigi sang bayi.

8.      Resiko Menjadi Pemarah Saat Dewasa

ASI mengandung serotonin atau sering disebut dengan zat anti stress yang dibentuk saat bayi berusia 2 tahun. Jika sang bayi tidak mengonsumsi ASI, maka tidak akan mendapatkan zat anti stress ini. Nah ini yang akan menyebabkan saat dewasa sang bayi akan mudah sekali marah.

Itulah efek yang akan ditimbulkan jika bayi tidak mendapatkan ASI secara rutin. Anda juga bisa mencari susu yang aman menurut Anda di www.orami.co.id. Situs ini menyediakan berbagai jenis susu yang aman dikonsumsi.

Post Navigation